Berdiri 100 Tahun Lebih Pt Karet Ngagel Masih Kuat Bersaing Hingga Sekarang, Buktikan Bukukan Laba 3,8 Miliar Tahun 2023

Wirajatim

SURABAYA- PT KARET Ngagel Surabaya Wira Jatim menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Atas kinerja tahun 2023 di Varna Culture hotel Surabaya pada Selasa (28/5).

PT KARET Ngagel adalah salah satu anak perusahaan milik PT PWU Jatim yang bergerak di bidang pembuatan komoditas berbasis karet terutama belt conveyor untuk komoditas ekspor maupun kebutuhan domestik.

Berdiri sejak tahun 1920, berarti saat ini PT Karet telah berusia 104 tahun. Di usia perusahaan yang lebih dari satu abad PT Karet Ngagel masih bisa menghadapi tantangan pasar dan masih mampu bersaing dan bisa berkembang pesat hingga sekarang.

Perusahaan yang punya produk unggulan seperti karet sandaran kapal (Rubber Fender), selang karet (Rubber house),rol karet ( Rubber roll), Rubber engineering dan lapisan karet (Rubber linning).

Perusahaan karet ini pada tahun 2023 telah berhasil membukukan laba senilai 3,8 miliar dari total omset sebesar 55,8 miliar. Total omset yang diperoleh mengalami kenaikan 13,3% dibanding tahun 2022 sebesar 49,2 miliar. Omset PT karet terdiri dari dua jenis produk yaitu 31,33 % Rubber Article dan 68,67% Conveyor belt.

Wirajatim Wirajatim

Erlangga Satriagung Direktur Utama PT PWU Jatim selaku pemegang saham PT Karet menyampaikan apresiasi atas kinerja PT Karet selama ini. Setelah insiden kebakaran pada akhir 2022 yang mengakibatkan penurunan omset akibat kendala proses produksi di tahun lalu, saat ini PT Karet mampu bangkit dan membuktikan dengan hasil capaian yang bagus di tahun 2023.

Selain itu, Erlangga juga menyampaikan bahwa segala aktivitas dan keputusan kebijakan perusasahaan harus sesuai dengan SOP yang ada dan mengedepankan serta mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Tedjo Buwono Direktur PT Karet Ngagel menyampaikan bahwa pada awal tahun 2023 terdapat kendala mengenai ijin impor yang diajukan PT Karet sejak tahun 2022 dan baru keluar pada Februari 2023.

Selain itu, Tedjo juga menyampaikan bahwa terdapat mesin yang rusak akibat kebakaran di tahun 2022 yang mengakibatkan penurunan terhadap kinerja produksi dan omset PT Karet. Sehingga perusahaan melakukan upaya perbaikan mesin untuk memenuhi kebutuhan produksi dan me-reschedule pengiriman produk kepada customer.

Pada Agustus 2023, PT Karet telah melakukan penyelesaian perbaikan mesin produksi sehingga PT Karet bisa melakukan proses produksi secara optimal. Dengan penyelesaian-penyelesaian permasalah tersebut, Tedjo optimis kinerja PT Karet akan lebih baik di tahun 2024.

Share this Post:

Related Posts: