Malang, — PT Moya Kasri Wira Jatim, bagian dari Wira Jatim Group, bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I) menjajaki sejumlah peluang kolaborasi bisnis sebagai langkah memperkuat sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Perum Jasa Tirta I, Malang, Rabu (26/8). Pertemuan dihadiri Direktur PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU Jatim), jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Moya Kasri Wira Jatim, serta Vice Precident PJT I, manajemen dan tim teknis PT Moya Kasri Wira Jatim dan PJT I.
Kolaborasi diarahkan pada optimalisasi aset, fasilitas produksi, kapasitas, serta jaringan yang dimiliki kedua perusahaan. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat.
Salah satu fokus pembahasan adalah optimalisasi fasilitas produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik PT Moya Kasri Wira Jatim. Kedua pihak menjajaki pengembangan produksi dan distribusi AMDK galon untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Fasilitas produksi PT Moya Kasri Wira Jatim di Pandaan menjadi salah satu aset yang akan dikaji untuk mendukung kebutuhan produksi dan distribusi di wilayah Tapal Kuda. Selain AMDK, peluang kerja sama juga mencakup pengelolaan sumber daya air, operasional laboratorium lingkungan dan pengelolaan limbah B3, pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta pemenuhan kebutuhan armada tangki operasional.
Direktur PT PWU Jatim, Isma Swadjaja, menyampaikan bahwa penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas sinergi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Kami melihat terdapat berbagai potensi yang dapat disinergikan, baik dari sisi aset, kapasitas produksi, jaringan maupun kompetensi. Penjajakan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi kedua perusahaan serta masyarakat,” ujar Isma.
Sementara itu, dari sisi PJT I, kolaborasi diarahkan untuk mengoptimalkan kapasitas, aset, dan jaringan yang dimiliki kedua pihak. Sinergi juga berpotensi dikembangkan melalui pemanfaatan ekosistem PJT I, termasuk pengembangan kawasan dan pemberdayaan UMKM.
Bagi PT Moya Kasri Wira Jatim, kerja sama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas operasional melalui transfer knowledge, benchmarking, dan standarisasi proses produksi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi, kualitas, dan tata kelola perusahaan.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan pemetaan komprehensif terhadap potensi ruang lingkup kerja sama, mulai dari kajian pasar AMDK, kapasitas teknis dan jalur distribusi, kelayakan finansial, hingga peluang kolaborasi pada sektor lainnya.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan pembahasan pada tahap teknis dan manajemen berikutnya untuk menentukan bentuk kerja sama yang paling efektif dan memberikan nilai tambah optimal.
Penjajakan ini menegaskan komitmen Moya Kasri Wira Jatim dan PJT I untuk membangun sinergi BUMN-BUMD yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong optimalisasi aset dan pengembangan bisnis yang dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
(cal-red)
|
|
|---|



4.png)
