SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Senin (19/1/2025). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran pejabat Pemprov Jatim, BUMD, tokoh agama, serta masyarakat.
Direktur Utama PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU Jatim), Erlangga Satriagung turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan dan partisipasi BUMD Jawa Timur dalam penguatan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Rangkaian acara diawali dengan pemberian santunan kepada 10 anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya berbagi dan menyantuni kaum dhuafa.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh ulama muda dari Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, KH. M. Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar. Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar menegaskan bahwa tanda kesempurnaan iman bukan hanya sebatas keyakinan, tetapi harus disempurnakan dengan rahmah atau kasih sayang.
“Iman itu tidak cukup hanya percaya, tetapi perlu disempurnakan dengan rahmah, yakni kasih sayang, kepedulian kepada sesama, serta tidak menyakiti siapa pun,” ujar Gus Kautsar.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang secara konsisten mengiringi peringatan hari besar keagamaan dengan santunan anak yatim. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang menyebut bahwa menyantuni anak yatim merupakan bagian dari tanda kesempurnaan iman.
“Bukan saya memuji Ibu Gubernur, tetapi apa yang ditradisikan dalam setiap peringatan hari besar, termasuk Isra Mi’raj, dengan santunan anak yatim, itu disebut Nabi sebagai kesempurnaan iman,” tuturnya.
Gus Kautsar menilai tradisi santunan anak yatim yang dilakukan Pemprov Jatim merupakan nilai luhur yang patut dilestarikan oleh siapa pun pemimpin Jawa Timur ke depan. Menurutnya, Allah SWT menghendaki orang beriman untuk membangun kepedulian dan membahagiakan sesama.
Lebih lanjut, Gus Kautsar menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan kesempurnaan iman sebagai kunci keselamatan. Pahala dari kasih sayang (rahmah), kepedulian kepada sesama (sedekah), serta tidak menyakiti orang lain akan terus mengalir hingga seseorang meninggal dunia.
Dalam tausiyahnya, Gus Kautsar juga mengulas sisi lain dari peristiwa Isra Mi’raj yang jarang disampaikan, yakni ketika Rasulullah SAW diperlihatkan neraka oleh Malaikat Jibril, yang penghuninya mayoritas perempuan. Menurutnya, hal tersebut bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai pengingat agar memperbanyak sedekah, istighfar, serta menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain.
“Solusi yang disampaikan Nabi adalah memperbanyak sedekah dan istighfar. Karena inti dari rahmah itu adalah tidak menyakiti,” jelasnya.
Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi landasan moral dalam pembangunan Jawa Timur yang berkelanjutan dan berkeadilan.
|
|
|
|
|
|