Surabaya — Dalam upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang baik dan menciptakan sistem manajemen risiko yang sehat dan berkelanjutan, PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PT PWU Jatim) menggelar sosialisasi Roadmap Manajemen Risiko kepada seluruh karyawan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (2/7) di Ruang Rapat Kantor PT PWU Jatim, Jl. Margorejo Indah, Surabaya.
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman kolektif mengenai pentingnya manajemen risiko dalam setiap aspek proses bisnis. Roadmap Manajemen Risiko disusun sebagai panduan strategis untuk penerapan sistem manajemen risiko perusahaan secara bertahap dan berkelanjutan mulai tahun 2025 hingga 2029.
"Selama perusahaan memiliki tujuan, maka manajemen risiko menjadi suatu keharusan. Risiko bersifat inklusif, melekat dalam setiap proses bisnis dan harus dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan," ujar Hendra Purnama, Kepala Divisi Manajemen Risiko PT PWU Jatim.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa Roadmap Manajemen Risiko memiliki empat tujuan utama, yaitu:
• Memberikan arah strategis penerapan manajemen risiko;
• Mendorong integrasi manajemen risiko ke dalam proses bisnis, pengambilan keputusan, dan tata kelola organisasi;
• Membangun budaya sadar risiko di lingkungan perusahaan;
• Mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan.
PT PWU Jatim sendiri telah memulai sosialisasi manajemen risiko sejak tahun 2023 kepada anak perusahaan di bawah naungannya. Pemantauan terhadap penerapan manajemen risiko juga telah dilakukan secara berkala, termasuk pada triwulan I tahun 2025.
Melalui penerapan roadmap ini, perusahaan berharap tercipta konsistensi dan peningkatan kualitas dalam pengelolaan risiko yang akan menunjang kinerja dan pencapaian visi-misi perusahaan secara menyeluruh.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen memberikan apresiasi kepada Divisi Legal dan Divisi Wira Jatim KSO atas keberhasilannya dalam melaksanakan rencana aksi perlakuan risiko secara konsisten dan efektif selama Triwulan I. Kedua divisi tersebut tercatat berhasil menurunkan skor risiko secara signifikan, menjadi contoh penerapan manajemen risiko yang proaktif dan terukur di lingkungan perusahaan.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat dari masing-masing divisi dalam mendukung sistem pengendalian internal yang berkelanjutan serta mewujudkan budaya sadar risiko di setiap lini kerja.(*/win)
|
|
|
|
|
|